Monday, April 15, 2013
Sebenarnya kita atau tuhan yang menentukan
saya menyusuri jalan ini, tampak dingin dan lapang...
saya bahkan sadar betul saya sedang menyusuri jalan asing yang bahkan saya tidak mengira akan berada disini...
walau asing dan jauh dari yang pernah saya bayangkan, saya mencoba menikmati setiap momen perjalanan saya disini, saya yakin tuhanlah yang telah membawa saya menuju kejalan ini, saya tidak mau sedetikpun meratapi perjalanan saya kali ini.
seiring perjalanan saya disini, ternyata telah membuat saya belajar mengenai banyak hal, bahwa sesuatu yang selama ini saya lihat salah, bahkan saya sampai pernah tak mau melihatnya, belum tentu sepenuhnya adalah sebuah kesalahan. semua memang sudah ada jalannya, ada yang mengatur, dan sebagai makhluknya..apapun itu bentuk ketidaksetujuan kita, kita memang tidak berhak,
karena apabila tuhan berkehendak maka disinilah saya berdiri..
malam semakin meninggi, kali ini dinginnya melebihi batas kemampuan saya, saya hanya mengencangkan jaket usang yang saya kenakan, masih di jalan yang sama...saya berusaha menikmati setiap momentnya..
tidak mudah, tidak enak, bimbang dan bingung sudah menjadi bagian dalam perjalanan saya kali ini.
tapi tak ada satupun dari perasaan tidak menyenangkan itu saya keluarkan dari mulut saya.
kali ini mulut saya terkunci rapat, saya seperti memutus hubungan saya dengan seisi makhluk lain, yang biasanya menjadi penyambung keluhan saya.
kali ini saya memutuskan untuk menyimpannya sendiri, mungkin didalam hati..sayapun masih bingung mengenai apa yang sebenarnya harus saya keluhkan kepada mereka, tidak ada...
malam kali ini sangat gelap, mungkin apabila saya mencoba mendramatisir keaadaan ini, boleh dibilang malam ini sepekat perasaan saya yang masih terombang ambing saat ini, perasaan yang masih mencoba untuk mencari kebahagiaannya kembali, masih sangat rapuh dan masih sangat rawan untuk hancur kembali.
perasaan ini masih sangat takut untuk kembali mengecap kebahagiaan dan keluar dari jalan ini.
saya masih ingin disini?
tentu saja tidak, tetapi saya belum siap dengan hingar bingar dunia luar, masih terlalu takut untuk bisa keluar dari jalan yang saya tempuh kali ini,
hati kecil saya terkadang bertanya..
semua, apa yang terjadi didalam perjalanan kita sebenarnya adalah tuhan atau tubuh kita sendiri yang menentukan,
sebenarnya jawabannya sangat jelas, sejelas apa yang pernah saya rasakan dulu,
malam ini saya kembali mengencangkan jaket yang saya kenakan, jauh lebih kencang dari beberapa saat yang lalu,
saya masih menyusuri jalan asing ini, mencoba meraba dan melihat setitik sinar matahari yang menyambut pagi diujung sana,
masih dengan perasaan yang sama..saya melanjutkan perjalanan saya kali ini, saya yakin tuhan tahu yang terbaik untuk saya, dan sayapun yakin akan hasil dari perjalanan ini akan indah untuk saya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment