saya mengenal mereka sejak saya duduk di bangku SMA dulu
hmm. kalau diingat ingat itu sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu.
tepatnya tahun 2000
saat itu kami berlima
didalamnya ada saya, Iis, Windy, Asti dan Arin
tapi pada pertemuan kali ini, hanya mereka berdua yang bisa bertemu dengan saya
ada rasa rindu dalam pertemuan kami kali ini,
ada banyak ucapan dan cerita yang sudah kami tahan begitu lama, yang sempat lama tidak tersampaikan
ada banyak cerita cerita lama yang ingin kami ulas
ada banyak tawa yang tertahan, yang ingin kami bawa di hari ini
diselingi oleh canda tawa "bodor" yang mengharu birukan suasana siang ini,
hingga cerita cerita penuh makna lainnya yang menghantarkan kami ke penghujung hari ini
Kami masih muda, masih banyak yang ingin kami raih dalam hidup ini
kami juga menyadari bahwa banyak dari cita cita kami semasa dulu yang sudah kami raih, salah satunya adalah kami kembali berkumpul dikota ini
kami pun menyadari bahwa masih banyak juga ternyata hal hal lain yang masih ingin kami gapai
bersama orang orang terkasih kami
semua butuh proses, kamipun menyadarinya
windy berkata " apapun yang kita jalani dalam hidup ini, stay here..dan selalu ada untuk satu sama lain, kita ini saudara"
terbukti waktu dan jarak tidak menjadi penghalang bagi kita untuk kembali disini hari ini, berbagi rasa."
Saya hanya menggangukkan kepala, hal itu terbukti benar..
ketika ada hal hal dalam hidup saya yang bahkan saya tidak bisa menceritakannya kepada keluarga saya
mereka hadir disini untuk membawa ketenangan dan logika saya untuk kembali menapaki tanah ini
hal yang sama juga terjadi pada masing masing dari kami
------
Iis memecah kesunyian sore itu, setelah kami nonton film yang salah dideskripsikan oleh windy " iya ini thriller, seru deh yang main Hale berry"
hahahha, ternyata dia salah film, kami menertawakan kebodohan yang kami lakukan
"kamu sih terlalu doyan sama film, sampai salah deskripsi.." ujar saya
"iya habisnya judulnya mirip mirip sih" ujarnya berusaha membela diri
kembali gelak tawa pecah diantara kami
Iis hanya memukuli bahu windy, karena dia begitu benci dan tidak suka dengan film horror yang kami tonton barusan.
saya hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabat saya tadi
Kami kembali disini hari ini, dengan semua cerita kami
dengan semua penat yang menghampiri kami selama ini.
saya cinta mereka, saya cinta sahabat sahabat saya ini..
tepatnya kami saling mencintai
Insyalah apabila windy telah pindah ke Bima
dan Iis telah pindah ke Sumba, kami tetap bisa bertemu disini. dilain kesempatan dalam keadaan terbaik oleh masing masing dari kami



No comments:
Post a Comment