Monday, September 28, 2015

Bersyukur


Di suatu sore yang dipenuhi oleh bayang bayang lembayung senja
sejenak saya menghentikan langkah kaki saya,
kembali menelaah dan melihat sekitar saya

Dikejauhan saya melihat mereka yang tampaknya tidak memiliki apa apa
tetapi tertawa, bahagia... tampaknya demikian
Disebelah saya berdiri seseorang yang tampak berusia belasan tahun lebih tua dari saya,
dia tampak sedang berpikir keras, atau juga mungkin pura pura berpikir
saya tidak mau mengasumsikannya lebih jauh lagi

Sejenak ada cerita dan berita yang dibawa oleh mereka, mungkin juga oleh saya, tetapi hanya orang yang tepatlah yang bisa menangkapnya.

Bersyukur saya bisa duduk disini hari ini
walaupun saya paham , hidup saya terkadang penuh gerutu dan cacian terhadap nikmat yang diberikan kepada saya

saya masih ingin duduk disini,
meneguk secangkir kopi hangat, sambil menarik nafas
rasanya masih belum siap dan pulih untuk kembali kedalam hiruk pikuk manusia di senja ini

sebenarnya ada rasa kecewa yang besar dihati saya
sebenarnya ada rasa kecewa yang diselimuti syukur dalam hati saya
tinggal bagaimana saya membungkusnya
untuk terus melangkah dan tetap bersyukur, karena saya diselamatkan dari sesuatu yang tidak baik untuk saya kedepannya.
mungkin hanya itu jawaban yang bisa saya cerna saat ini
belum waktunya atau memang mungkin belum jalannya

rasa kecewa yang hadir dikarenakan kepercayaan
kepercayaan bahwa semua akan bisa berubah dan menjadi baik seiring dengan waktu
kepercayaan yang tersia siakan oleh mereka yang mungkin kurang paham akan rasa bersyukur atas sebuah berkah dan kepercayaan yang baru yang tuhan titipkan kepada mereka

Tapi sudahlah, saat ini saya hanya mau duduk disini,
menatap santai cakrawala yang tertangkap dimata saya sore ini
dan perlahan percaya saja bahwa semua sudah ada yang mengatur
bahwa rejeki kita apapun bentuknya tidak akan pernah tertukar
saya meneguk kembali kopi saya yang mulai dingin















No comments:

Post a Comment