Monday, September 10, 2012

Sejauh mana kita mampu berlari....

Sejauh mana kita mampu berlari....

hanya sejauh kaki ini mampu melangkah?
hanya sejauh mata ini mampu memandang?
atau justru sebenarnya kita mampu berlari lebih jauh, tetapi terkadang kita tidak bisa
atau justru kita sering merasa tidak mampu karena keterbatasan yang kita miliki?

saya orang yang sangat ingin melakukan quantum leap itu,
tapi saya tidak tahu dan tidak mencari tahu dimana saya bisa memulainya
hal ini berujung pada ketidakmampuan saya untuk meneruskan perjalanan ini.
padahal hati kecil saya sangat ingin berlari...

Awal tahun yang lalu, ketika kesempatan berlari itu datang
saya memutuskan untuk tetap rehat dan duduk dikursi ini
berat memang, tetapi demi fakta fakta lain yang terjadi dalam hidup saya, saya memutuskan untuk tidak berlari..
sampai kapan? saya juga tidak pernah tahu pasti sampai kapan..

hanya saja, beberapa bulan yang lalu ketika saya tanpa sengaja membaca kalimat ini
"while we are busy growing up, we sometimes forget that our parents also growing old"
hatiku terhenyak, dan itu adalah kalimat pertama yang membuat langkahku terhenti dan memutuskan untuk berhenti berlari.

saya mencoba untuk memejamkan mata beberapa saat, dan saya putuskan untuk tetap berada disini

sejauh mana kita mampu berlari....
sejauh yang saya bisa lakukan jawabnya
sejauh yang bisa saya berikan jawabnya

saat ini, selagi menikmati tempat beristirahat yang indah ini
saya berusaha untuk mulai berlari lagi, mencari tempat yang bisa saya sandari
mencari tempat dan keadaan yang membuat hati ini tenang dan sembuh dari letihnya pelarian itu sendiri
saya tidak mau gegabah mengambil keputusan, emosi memang terkadang memegang kendalinya sendiri tanpa kita sadar dia tengah
berkendali atas benak dan raga kita.

Saya terutama, sangat sadar dengan arti sandaran ini, impian saya untu menemukan tempat ini, suasana ini dan pelabuhan tempat saya bersandar kelak.
tapi saya juga menyadari bahwa 'Iam Half way there", masih dibutuhkan langkah bahkan lari yang jauh lebih kencang lagi supaya saya bisa sampai disana

saat ini, saya hanya bisa meniti dan memainkan ritme langkah saya dengan sangat pelan, sembari menikmati keindahan setiap momentum yang ada
tak akan terulang
tak akan terjadi lagi
dan tidak akan terlihat lagi.

Disini, disudut keramaian ini saya hanya bergumam pada diri saya yang sudah berada di peraduannya
saya akan sampai disana segera, menjemput kebahagiaan saya yang sempat terlewat
saat ini saya sedang menikmati kamu dalam wujud lain, disini bersama mereka.

No comments:

Post a Comment