Sunday, July 10, 2011

"BISA GAK SIH KAMU CERAI SAJA SAMA ISTRIMU!!

"BISA GAK SIH KAMU CERAI SAJA SAMA ISTRIMU!!"
kata-kata ini langsung dituliskan Nur di wall Facebook milik Anto. Tak ada tanggapan berarti dari istri Anto mengenai tulisan yang terpampang dengan huruf besar di wall facebook suaminya itu.

Tak jauh pula reaksi dari Anto sendiri. Nur sebenarnya tahu kalau pasangan suami istri itu bakal tak menggubrisnya lagi, jangankan menggubrisnya, menyapanya di wall saja tidak akan mungkin mereka lakukan.

Saat ini Anto dan Dina menganggap Nur sudah tidak ada. Tapi seakan kerasukan setan Nur tidak perduli dan terus masuk kedalam kehidupan mereka, ini semua karena dia sudah terlanjur kepincut sama Anto yang telah beristri itu sehingga membuat Nur kehilangan akal sehatnya.

Nur sebenarnya sangat sadar kalau cintanya pada Anto sudah bertepuk sebelah tangan sejak awal pertemuan mereka di facebook.
Dan dengan jelas Anto juga tak bakal mau menerima Nur sebagai pacar, apalagi istrinya. Semua itu tidak mungkin terjadi bagi seorang Anto.

Ketika berkenalan pertama kali, Anto juga tidak pernah mengira kalau perasaan Nur kepadanya bisa sampai sejauh saat ini. Anto sudah menganggap Nur sebagai adiknya sendiri, begitupula Dina istri Anto sudah menganggap Nur sebagai sahabatnya.

Nur tergolong sangat sering curhat di wall facebook milik Anto. Terkadang kalau ada hal hal yang sifatnya sangat pribadi, maka Nur akan meneruskannya di inbox milik Anto.  Kalau sudah begitu, Anto akan menjawab dan membalas isi curhatan Nur dengan penuh perhatian dan solusi, tak hanya itu dia juga akan menenangkan Nur dengan memberinya beberapa petuah tentang kehidupan.

Setelah itu, Nur akan merasa lega dan bahagia karena memiliki tempat berlabuh dan bercerita tentang semua permasalahannya. Sosok Anto-lah yang selama ini dicari oleh Nur, dewasa, penuh perhatian, dan mau mendengarkan semua keluh kesahnya.

Sifat dan perangai Anto sangat bertolak belakang dengan kakak Nur. Kakak Kandung Nur yang bernama Sutan itu sangat temperamen dan pemarah, semua yang dilakukan oleh Nur pasti salah di matanya. Terkadang Nur sering dipukul dan dicemooh oleh kakaknya itu.

Alasan tindakan kakaknya itu adalah supaya Nur lebih tegar dan kuat dalam menjalani kehidupan yang keras ini. Cara ini tentu saja sangat salah, namun kekolotan ayah mereka dimasa lalu telah menguasai cara pandang kakaknya dalam mendidik Nur. Kakaknya selalu menyalahkan semua tindakan Nur.
Pergi ke salon untuk membenahi rambut panjangnya saja selalu dilarang.
Padahal, Nur juga sangat ingin untuk mencoba apa itu manicure dan padicure, creambath, hingga facial. Kalau Nur memaksakan kehendaknya, sesampainya di rumah, kakaknya akan kembali memukuli Nur hingga habis-habisan. Ibu Nur yang sudah sangat renta, hanya mampu diam seribu bahasa dan terdiam menangis, serta tak mampu membela Nur.

Ini adalah sepenggal cerita mengenai kehidupan dan nasib Nur di luar dunia maya. Nur sebenarnya adalah anak sangat baik dan ramah. Tutur katanya pun santun dan sopan, suara Nur sangat lemah lembut melebihi seorang putri keraton. Sayangnya, banyak pria yang tidak menyukai keberadaan Nur didekat mereka. Mereka sering memandang Nur seperti makhluk yang aneh, seperti melihat kedatangan alien yang aneh dan membingungkan.

Nur sendiri terkadang sangat heran dengan keadaan tersebut. Padahal, Nur merasa memiliki paras yang cantik dan mempesona. Dan hal ini bukanlah pengakuan Nur semata, teman-temannya di salon pun banyak yang memuji kecantikannya. Namun, kenapa para pria itu seringkali memandangnya sebagai makhluk aneh dan seringkali menertawakannya. Nur hanya bisa pasrah menerima nasibnya, dan berharap akan bertemu dengan pria pujaannya suatu hari nanti, yang mampu menerima dirinya apa adanya.

Nur terus berdoa dan berdoa di setiap sembahyangnya.

Hingga akhirnya doa doa Nur dikabulkan oleh Tuhan.
Sejak menjadi anggota di Facebook, Nur punya banyak teman maya yang tak peduli dengan keadaannya dan juga tidak pernah mengolok oloknya.
Di salah satu jejaring sosial terbesar didunia itu pula Nur mengenal Anto.

Berkenalan dengan Anto di Facebook membuat hidupnya berubah. Nur telah menemukan sosok yang dicarinya selama ini. Anto adalah pria yang sangat baik dan perhatian terhadap semua cerita Nur tentang masalah pribadinya.

Nur juga bercerita tentang kakaknya yang kejam dan kasar. Mereka berdua juga suka chating. Anto juga memberi Nur nomor teleponnya. Anto memang sosok seorang pria yang penuh perhatian.
Benar benar sosok idaman Nur.


Selain itu, Anto juga sangat tampan dan manis, juga macho serta bertubuh atletis. mirip para model di majalah Men’s Health yang sering Nur beli dan baca. Nur memang sosok penggemar pria bertubuh atletis.

Sungguh beruntung perempuan yang menjadi istri Anto sekarang. Nur juga berteman dengan Dina istri Anto di Facebook. Paras Dina juga sangat cantik dan dapat terlihat jelas dari wall facebook dan comment commentnya dia juga merupakan perempuan yang baik hati.

Selama persahabatannya dengan Nur, Anto tak menaruh curiga sedikit pun pada Nur. Dia tak menyangka kalau dari hari ke hari Nur terus menumpuk perasaan cinta pada dirinya. Anto tak pernah sekalipun menduga kalau Nur juga mempunyai perasaan posesif pada dirinya.

Hingga suatu hari, Nur yang sangat menyukai dirinya mencurahkan segala perasaannya pada Anto lewat facebook.
Segala macam kata-kata manis dan cinta ditumpahkan Nur dalam sebuah message dalam inbox Anto. Dan hal itu juga dilakukan Nur pada saat bertemu pertama kali dengan Anto di sebuah cafe dibilangan Jakarta pusat. Selama ini, mereka memang tak pernah bertatap muka secara langsung meski Nur sudah memaksanya beberapa kali.

Namun Anto terus saja menolaknya dengan berbagai alasan, mulai dari alasan sebenarnya hingga dia terpaksa berbohong agar tidak melukai hati Nur. Anto baru bersedia bertatap muka setelah Nur mengancam akan bunuh diri dan membuat surat terbuka di wall Facebook Anto tentang penyebab kematiannya nanti.

Tentu Anto yang seorang pria baik baik tak mau hal itu terjadi. Anto dan Dina juga berpikir mungkin tidak ada salahnya memenuhi permintaan Nur, toh pertemuan itu dilakukan di tempat yang ramai.

Pertemuan itu pun terjadi dan sekaligus menjadi pertemuan pertama dan terakhir bagi mereka berdua.
Keterusterangan Nur mengenai perasaan cintanya tak bisa diterima oleh Anto. Anto hanya menjawabnya dengan ucapan, “Nur, Hubungan kita tak mungkin bisa lebih jauh lagi dari ini”.

“Ini semua tidak bisa terjadi, saya tak bisa berhubungan dengan kamu dan mencintai kamu seperti saya berhubungan dengan istri saya atau perempuan lain”, lanjut Anto lagi. Kali ini dia tampak cukup tegas pada Nur.

Sebelum Nur membalas jawaban Anto itu, Anto sudah berdiri dari duduknya dan ia segera bergegas meninggalkan meja mereka berdua, dan Antopun pergi begitu saja. Hati Nur hancur dan kecewa, dia menangis dan sangat terluka akan sikap Anto.

Kekecewaannya yang luar biasa itu dilampiaskan Nur dengan meneror habis habisan keluarga Anto. Nur meneror Dina istri Anto. Anto pun juga ikut ikutan diterornya hingga ke kantor.
Pernah suatu kali, Nur mengirimi Anto puluhan kotak coklat mahal dan bunga mawar merah ke kantornya,
Nur melakukannya karena terinspirasi film “American Beauty”. Bahkan Nur juga mengirimi karangan bunga tanda duka cita pada Anto.

Teman-teman sekantor Anto, setelah mendengar penjelasan Anto mengenai kisahnya dengan Nur malah tertawa-tawa melihat semua kejadian aneh itu.

Pada puncak kekecewaannya pada Anto,
Nur memutuskan untuk menulis sebuah pesan pada wall Facebook Anto,

"BISA GAK SIH KAMU CERAI SAJA SAMA ISTRIMU!! DAN MENGHAPUS WAJAHNYA DARI FACEBOOKMU..".

“Karena perempuan itu , kamu jadi menolak cinta ku yang tulus ini”, lanjut Nur lagi.

Membaca hal itu, Anto dan Dina hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil.

“Kenapa ya sayang, dia harus membenci aku dan menyuruhmu menceraikan aku di Facebook”, tanya Dina ke Anto.

“Sayang.." Anto merangkul Dina
"Ini semua karena semua bermula dari Facebook”, jawab Anto seraya tersenyum pada istrinya.

Dua minggu kemudian sejak postingan kasarnya di wall facebook Anto, Nur kembali menulis pesan berikutnya,

“Mas Anto, saya benar benar minta maaf, saya sudah berbuat salah besar pada Mas Anto dan Mbak Dina. Saya tahu persis bahwa tindakan saya ini salah. Untuk itu saya minta maaf ya mas. Tapi kini saya tidak lagi punya teman yang mau mendengar saya. Untuk apa saya hidup, di rumah bagai neraka bagi saya, tak ada tempat bagi orang seperti saya. Ini pesan terakhir saya, besok saya berencana mau cari tempat di dunia "lain", yang mungkin saja mereka mau menerima keadaan saya yang seperti ini.

Maafkan saya Mas. Peluk sayang dan cium dari "NURDIN ANDANG PERDANA” yang akan selalu mencintaimu.


No comments:

Post a Comment