Monday, May 16, 2011

last journey

Gelap malam begitu pekat menyelimuti suasana, tanpa kusadari sudah kutempuh perjalanan ini, sejak 4 jam yang lalu, "salah, harusnya aku berangkat sejak sore tadi" ujarku...
Kupandangi pohon pohon itu...berbaris rata, melindungi tepian jalan yang kulalui, sekilas tampak cahaya, "pasti kampung kecil". Sudah lebih dari 7 kampung kecil yang kulalui dalam perjalanan ini.

Kuhidupkan lampu yang berada di langit langit mobil yang kunaiki, aku menatap jam tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 21.22wib, sudah malam ternyata...

Aku menggerakkan kedua kakiku, seraya menggeliat, "sudah malam yah pak, berapa lama lagi perjalanan kita pak, untuk sampai kekota brebes?" Aku sangat berharap supir tua yang membawaku dalam perjalanan ini akan berkata, tidak lama lagi kami akan sampai,

"Dua jam lagi, pak..itu sudah paling lama"
"Oh baiklah, semoga jalannya bagus yah pak.." Harapku, sehingga aku bisa menyelesaikan perjalanan ini dengan cepat dan sampai ditujuanku...
Kolega kantorku sudah menungguku....
"Malam saya masih panjang pak" ujarku, "saya masih harus meeting sesampainya disana"

Tiba tiba rasa lapar melandaku, ternyata sudah hampir 8 jam sejak aku menyantap makanan terkahirku..."Pak nanti kalau ada warteg, kita stop dulu yah, saya lapar, bapak pasti juga lapaar."
"Baik pak" tanpa memandangku supir tua itu menjawab permintaanku....

Tiba tiba dia berkata padaku..
"Bapak tau ini daerah apa?"
"Saya kurang paham pak, terlalu gelap untuk mengetahui kita dimana.."
"Disini sering terjadi banyak keanehan pak" ujarnya, seketika bulu kudukku bediri...

"Keanehan? Apa contohnya pak"
Kutegakkan tubuhku, seraya membenahi tas ransel yang sedari td menjadi penyangga kepalaku,
"Yah....seperti orang sering dibuat berputar2 disini, pak. Kalau bapak perhatikan seharusnya perjalanan kita sudah hampir sampai, kita sedang berputar2 didaerah ini pak".

"Apa?..." Aku semakin tercengkeram oleh kepekatan malam, "bagaiman bapak bisa tahu?" Ujarku lantang, menutupi rasa takutku akan gelapnya malam yang menyelimuti....

"Bapak lihat itu" supir tua ini menunjuk sebuah papan bertuliskan "PASAR KLIWON"
Kita sudah melewati pasar yang sama lebih dari 3x pak....saya ngeri"
Supir tua itu menggumamkan sesuatu dari mulutnya...sebuah doa,

"Ahh bapak yakin, mungkin banyak pasar2 kliwon yang lain pak, yang papannya sengaja dibuat pemerintah sama"

"Saya yakin pak, setelah papan itu, ada rumah tua bernuansa kuno di depannya, subhanaallah...kita kembali mendekatinya"

Aku tersentak, kurapatkan tubuhku...
"Ikut baca doa pak" ujarnya, kita sedang dalam ilusi setan pak, gusti allah selamatkanlah kami"

Sebagai orang modern yang tinggal dikota besar, jujur aku tidak percaya..akan hal hal berbau mistis sperti yang barusan diungkapan oleh supir tua itu, mungkin ini hanya alasan dia saja, hanya mengada ada supaya saya takut dan membayar lebih untuk perjalanan kami yang lebih beberapa jam dari perjanjian rental...

Tapi kali ini...
Suasana memang berbeda, mendadak semua yang menyelimuti malam itu..tampak senyap, tampak menjebakku..

"Benar" kulihat papan itu berulang ulang kali, dengan rumah tua sesudahnya, sementara supir tua yang membawaku tetap dalam doanya, aku berusaha untuk menalar kejadian ini...

" Mengerikan " aku tak mampu menalarnya, bagaimana rumah dengan detail yang sama dapat hadir berulang kali setelah papan yang bertuliskan "PASAR KLIWON" itu

Bulu kudukku semakin berdiri, tatkala supir tua itu berkata "kita sudah 7x berputar disini pak, firasat saya buruk" ujarnya sedikit nada ketakutan muncul dalam irama kalimat yg keluar dari mulutnya...


"Kita harus bagaimana pak, apakah kita harus berhenti..." Seketika keanehanpun terjadi, mobil yang kami tumpangi menabrak sekelebat bayangan, yang bahkan tak dapat kutangkap dengan mata fanaku, "kucing pak?" Ujarku mencoba mencari realita... "Astagfirullah" sepertinya bukan pak...

Tiba tiba mobil kamu pun terhenti....mobil itu mogok, kelamnya malam semakin pekat, angin bertiup diantara pepohonan tua yang berada disekitar kami, hanya ada aku dan supir tua itu...tampak dia berpikir keras untuk sebelum memutuskan untuk turun, wajahnya memucat...kengerian tampak jelas dimatanya..
"Tuhan selamatkan kami dari gangguan setan yang terkutuk" gumamku...
Kakikupun melangkah turun, dinginn bercampur aroma tanah basah, menjadi ambience yang pertama menjalar di indera perasa ku..."Ada apa pak?" Kuberanikan diriku bertanya...

Supir tua itu mengangkat kedua bahunya seraya kebingungan, "sebaiknya kita dorong pak, semoga bisa..., tapi mobil ini berat saya tdk yakin bapak bisa mendorongnya, mungkin kita harus bisa cari bantuan"

Kulihat jam ditanganku waktu sdh menunjukkan pukul 22.43wib, aku merogoh saku celanaku, handphoneku tak mendapatkan sinyal....batangan batangan deteksi keberadaan sinyal itu kosong, sunyi....sesunyi suasana malam ini.

"Pak apa kita datangi saja rumah itu" ujar supir tua itu menunjuk sebuah rumah. yang sedari tadi telah mencuri perhatian kami, karena kehadirannya yang berulang ulang..
"Kita minta bantuan pemiliknya"

"Saya tidak yakin pak, ada penghuninya..."
Kengerian semakin merasuki tubuhku, kali ini dia sudah mencapai tulang tulangku, nalarku yang masih mencoba lepas dari belenggu, berusaha untuk menyingkirkannya....
"Tapi baiklah, kita coba saja, bapak disini saja, saya yang kesana meminta bantuan"

Kulangkahkan kakiku...masih dengan kadar kengerian yang terus meningkat..., "tuhan lindungilah aku" semakin kulangkahkan hatiku, rumah tua itu semakin menjauh terasa bagi ragaku..."
Sampailah aku di depan pintu rumah tua itu, kuketuk pintu utama, pintu dengan ukiran jawa kuno yang sudah mengelupas namun tetap terlihat kokoh.

Sesosok wanita tua, yang sangat pucat pasih...mungkin usianya sdh lebih dari seratus tahun, otakku berputar..
Membukakan pintu untukku, dia keluar dari balik pintu tua itu.., tanpa banyak bingung aku bertanya "ibu saya mau minta tolong, mobil kami mogok, apakah ada yg bisa membantu kami..."

Senyum tersungging dibalik bibirnya yang keriput dan tampak terdorong kedalam karena usia.
"Masuk dulu ujarnya, saya tanya suami..."
Dia membukakan pintu besar itu jauh lebih lebar, sehingga aku mampu melangkahkan kakiku untuk masuk kedalam,

Sekejap, aroma masa tercium diujung hidungku...rumah ini, sangat tua, sangat aneh....

pintu tertutup dengan sendirinya, sesaat setelah kulangkahkan kakiku memasuki rumah tersbut.
Aku terkejut ..!!
Tapi semua sudah terlambat....
Mereka terlanjur menyambutku

Kudengar mobil yanag kunaiki berbunyi dan melaju dengan kencang. Sekilas dari jendela tua rumah itu...kulihat senyum tersungging dari supir yang membawaku...

Dan inilah akhirku...
Aku terperangkap...bersama mereka
Bersama masa

No comments:

Post a Comment