Saturday, May 14, 2011

Traffic in J*Town

Selama hampir 2 jam saya terdiam ditaksi ini.
menatap langit yang sudah mulai menguning
Sedikit bingung akan keadaan di kota ini,
Sayapun mencoba membunuh rasa bosan ini dengan  membuka percakapan kecil dengan supir taksi yang membawa saya dari arah bogor menuju jakarta,
"Pak, capek gak sih bawa taksi, parkir di tol hampir dua jam begini, saya aja yang duduk doank, bosan banget"
ujar saya sambil menatap angka yang terus bergerak di argo taksi tersebut...dan menghela nafas panjang melihat jumlahnya yang melonjak hampir tiga kali lipat apabila dibandingkan dengan kondisi rute pada saat tidak "parkir" seperti sekarang ini.

Bapak Taksi pun menjawab pertanyaan saya :
"Ya capek neng, pegel kaki bapak, sudah gitu boros bensin lagi kalau macet gini, bisa bisa bapak gak bawa pulang uang buat orang rumah"

Keadaan yang serupa selalu tejadi hampir disetiap sore dan harus saya hadapi setiap hari,
dengan rute kerja saya yang antar kota antar provinsi ini.
terutama pada hari Jumat seperti hari ini, keadaan macetnya kota Jakarta dapat dikategorikan sebagai "Hell Traffic"
Semua terbuang sia sia , waktu, uang, tenaga, bahan bakar, dan saya yakin masih banyak lagi....
apabila satu kendaraan yang terkena macet sudah menghabiskan semua parameter diatas yang saya sebutkan tadi, tinggal dikalikan saja dengan jumlah kendaraan yang terkena macet di kota jakarta ini setiap harinya
cant imagine.....

Apakah Pemerintah Menyadarinya?
karena dari hasil survey pemerintah sendiri 85% uang di Indonesia beredardi kota Jakarta ini,
mengapa tidak difasilitasi dengan infrastructure yang "sustain and well managed" sehingga semua kegiatan yang berputar selama 24/7 di kota ini dapat berjalan tanpa hambatan


dan "energi positif" yang ada didalam kota ini tidak terbuang sia sia..

No comments:

Post a Comment